Studi Kasus mengenai Invisible Pagerank

Google adalah satu2nya search engine yang berani menampakkan hasil penilaiannya terhadap sebuah situs dalam bentuk pagerank. Selain Pagerank yang diwakili sebuah balok berwarna putih-hijau itu, konon Google juga punya metrik penilaian lain yang sering disebut “hidden pagerank” atau “invisible pagerank”.

Dalam beberapa kasus, seringkali yg invisible lebih berpengaruh tinimbang yang visible. Ini bukan sekadar teori bagi saya, saya sendiri sering mengamati fenomena ini berlaku dalam beberapa situs web yang saya maintenance.

Dalam contoh kasus ini adalah sebuah situs yang saya maintenance. Dalam ranking Alexa, situs tsb punya ranking sangat bagus, di rentang 130.000-105.000, dengan unique visitors sebanyak 1900-2500an orang tiap hari, dan memiliki sekitar 8000-an halaman dimana halaman utama yg menggaet 80%visitor sebenarnya hanya sekitar 50-an halaman saja.

Pertanyaannya, berapakah skor pagerank-nya? Menurut yang terlihat: 0 versi Google dalam visible pageranknya. Mau dicek di datacenter Google yg manapun, pakai software apapun, keluarnya sama: nol besar!

Situs ini sebelumnya memiliki pagerank 3. Namun, karena sebuah kecerobohan, situs ini pernah down selama seminggu hingga “dihukum” Google dengan menurunkan visible pagerank-nya ke level terendah. Tentu saja hal ini mempengaruhi nilai jual situs di hadapan pemasang iklan, apalagi yg bertendensi berburu backlink dengan PR tinggi.

Namun, kabar baiknya, ternyata hal itu hampir tak berpengaruh terhadap keyword-keyword strategis yang dia bidik. Ia tetap berada di papan atas untuk kata kunci yang disasarnya. Artinya, walau ia tak lagi visible, namun sejatinya ia tetap punya poin yang sama di haribaan paman Gugel.

Dalam perkembangan selanjutnya, invisible pagerank yang dimilikinya nampaknya juga mampu tumbuh secara signifikan setelah rekayasa SEO yang saya tempuh. Terbukti, ia makin kompetitif di segmen kata kunci yang dituju. Bahkan, ia mampu menggeser situs-situs dengan PR 4 atau 5. Bagaimana dengan visible pagerank nya? Tetap nol besar :))

This entry was posted on Selasa, November 3rd, 2009 at 2:32 am and is filed under Telematika. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

4 Responses to “Studi Kasus mengenai Invisible Pagerank”

  1. tokoribbon.com Says:

    Wah menarik juga…sy kira dengan visible pagerank sudah cukup untuk menilai suatu web…

  2. humor Says:

    salam kenal aja ;)

  3. fadly Says:

    wah wah wah.. jadi selama ini saya slah paham dengan Google PR.. punya saya masih 2 saja….. hiks hiks….

  4. topeng Says:

    weh… weh….. pernah ngalamin juga nii yang kayak begini sama website binaan saiyah… :)
    thx for sharing… ;)

Leave a Reply