Sekali lagi tentang menulis Esai

Tulisan-tulisan jenis esai itu nggak lumrah dijadikan referensi akademik yang sistem penulisannya sangat mapan itu. Kalau dijadikan bahan kajian sih iya, tapi kalau dijadikan referensi ya nggak valid juga… Rata-rata tulisan esai itu kan seakan nggak kenal dimensi zaman, makanya ia bisa masuk kategori timeless-content menurut orang media. Sistem pengambilan referensi juga semau penulisnya, omongan siapa saja bisa masuk—dikait-kaitkan dan diramu, dengan bebasnya dibingkai dalam sebuah kesatuan tulisan.

Tulisan esai itu bentuk yang sangat manusiawi, gue banget, nuansa individual-style-nya lebih kerasa.
Pada dasarnya semua orang bisa menulis, menuangkan opininya dalam wahana tulisan yang sangat terbuka ini. Karena sebenarnya materinya kan nggak jauh beda dengan obrolan-obrolan warng kopi, atau curhat di diary. Tapi kan nggak semua orang punya kebiasaan nulis, apalagi kesempatan nulis dan dibaca orang lain…
Dan sekedar referensi yg coba saya terjemahkan dari beberapa literatur tentang esai (ini lanjutan dr tulisan sebelumnya, isinya cuplikan bahan2 ajar perkuliahan di negeri bule bos..) silakan diunduh di sini ya…

This entry was posted on Minggu, September 23rd, 2007 at 7:26 pm and is filed under Artikel. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply