« Ruang-ruang kertas | Home | I’m really pregnant now… »

Sekali lagi tentang menulis Esai

By dhista | September 23, 2007

Tulisan-tulisan jenis esai itu nggak lumrah dijadikan referensi akademik yang sistem penulisannya sangat mapan itu. Kalau dijadikan bahan kajian sih iya, tapi kalau dijadikan referensi ya nggak valid juga… Rata-rata tulisan esai itu kan seakan nggak kenal dimensi zaman, makanya ia bisa masuk kategori timeless-content menurut orang media. Sistem pengambilan referensi juga semau penulisnya, omongan siapa saja bisa masuk—dikait-kaitkan dan diramu, dengan bebasnya dibingkai dalam sebuah kesatuan tulisan.

Tulisan esai itu bentuk yang sangat manusiawi, gue banget, nuansa individual-style-nya lebih kerasa.
Pada dasarnya semua orang bisa menulis, menuangkan opininya dalam wahana tulisan yang sangat terbuka ini. Karena sebenarnya materinya kan nggak jauh beda dengan obrolan-obrolan warng kopi, atau curhat di diary. Tapi kan nggak semua orang punya kebiasaan nulis, apalagi kesempatan nulis dan dibaca orang lain…
Dan sekedar referensi yg coba saya teremahkan dari beberapa literatur tentang esai (ini lanjutan dr tulisan sebelumnya, isinya cuplikan bahan2 ajar perkuliahan di negeri bule bos..) silakan diunduh di sini ya…

Topics: Makalah |

2 Responses to “Sekali lagi tentang menulis Esai”

  1. Si Pemimpi Says:
    December 3rd, 2007 at 8:59 am

    wah, asyik nih mas, selama ini rata-rata orang agak keder waktu dengar kata esai. soalnya apa? yang terlintas di kepala mereka adalah esai sastra, esai nggoenawan-al-catatan-pinggir, dsb. yang isinya pastiiiii ngutip-ngutip teori, dan kadang-kadang kecentilan dengan memasukkan bahasa-bahasa londo. nah, secuplik tulisan sampean ini mengembalikan kembali hakikat esai (alah!) menjadi tulisan yang personal. tabiat esai yang separuh ilmiah tapi separuh personal itu seringkali menjadi esai sebagai salah satu genre sastra. kayaknya gitu mas miturut saya. hehehe…

  2. Si Tampan dari MIPA Selatan Says:
    January 18th, 2008 at 9:31 am

    karena kebanyakan nulis (eh, bisa dibilang) esai, saya jadi dikritik sama dosen pembimbing skripsi saya. katanya, bahasa saya kurang kesan ilmiahnya dan terlalu ngepop. doh! :(

Comments

Feed

Profil

Kami, sepasang pengantin. Mengarungi biduk kecil di samudra dunia.

Blogroll

Search