Meninjau Mesin Pencari Alternatif

Find.com merupakan contoh bagaimana sebuah domain dapat berevolusi dari satu bentuk ke bentuk yg lainnya, dan berpindah tangan dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ia juga merupakan contoh tentang kekuatan ide dan persepsi yg dipunyai sebuah domain. Mendengar namanya, orang langsung berasumsi bahwa dia adalah sebuah situs direktori, gudang data, atau search engine.

Nyatanya, semua itu pernah dialami Find.com. Mengawali riwayatnya sebagai situs konsultan dan gudang data riset bisnis, Find.com mengalami perubahan mendasar lebih dari 3 kali, sampai akhirnya di bulan Oktober 2008 menemukan bentuknya yg sekarang sebagai situs mesin pencari. Sebagai search engine baru, data yg dikumpulkannya sudah lumayan tambun. Namun, ia harus tumbuh lebih cepat lagi karena search engine di levelnya sekarang sudah sangat banyak, dan persaingannya jadi terlalu berat.

Mungkin lebih bagus lagi kalau Find.com menyasar ke pasar mobile yg belum terlalu banyak pemain. Atau mungkin ceruk2 lain yg tak terlalu bising dg persaingan.

Kalaupun ada kelemahan mendasar dari engine yg dia pakai, itu adalah soal sistem pengurutan (sorting) hasil pencarian. Saya sangat terkejut bahwa hasil pencariannya sungguh acak. Situs2 yg menurut Google dan Yahoo pantas ditempatkan di halaman awal di urutan atas, malah gak nongol di hasil pencarian Find.com

Entah apa yg jadi pertimbangan utamanya dalam membuat pengurutan hasil pencarian.
Daya tarik lain Find adalah ia sudi memajang top 100 keywords secara terbuka. Tentu, itu merupakan data buruan yg cukup berguna bagi pembelajar SEO.

This entry was posted on Kamis, Desember 25th, 2008 at 7:56 pm and is filed under Telematika. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply