Memata-matai komputer sendiri

Sebenarnya, aktifitas memata2i komputer alias computer spy bukanlah kegiatan yg sulit dilakukan. Mengingat, sistem operasi komputer sendiri biasanya mempunyai logfile yang mendokumentasikan semua aktifitasnya, dari sejak diidupkan sampai dimatikan lagi.

Tak hanya di level O/S, beberapa aplikasi juga melakukan hal yg sama. Misalnya aplikasi2 untuk menjalankan service tertentu, seperti webserver atau ftp server, mailserver, pasti membuat logfile yg mencatat kegiatannya. Keberadaan logfile kebanyakan untuk memudahkan diagnosa jika sewaktu-waktu terjadi fault yg fatal di level aplikasi atau O/S. Namun, beberapa aplikasi untuk chatting ‘wajib’ membuat log, baik yg per-sesi (sifatnya temporary) atau yg memang disengaja untuk fungsi pengarsipan.

Nha, kalau pernah dengan aplikasi computer spy yang membuat reportnya secara remote, banyak juga disediakan di internet. Kebanyakan jenis trojan (terutama yg disengaja menjadi mata2 marketing) malah didesain untuk tujuan pengumpulan data secara illegal dengan pola kerja yg sama.

Namun, sepertinya belakangan ini trend memata2i juga jadi minat para orangtua dan bos di tempat kerja. Banyak jenis gadget dan software dirilis untuk computer spy. Rata2 aplikasi jenis ini harus diinstall di komputer target terlebih dahulu. Selain fasilitas standar seperti keylogger dan password grabber, aplikasi ini juga dilengkapi dengan perekam screenshot, baik berupa image atau video.

Dan, karena apikasi ini melayani fungsi mata2, tentu saja dia harus menjalankan fungsinya diam2 dan tak terlihat, apalagi membuat shortcutnya di desktop. Biasanya aplikasi ini diaktifkan dengan kombinasi tombol tertentu, atau disamarkan di folder tertentu. Ada juga yg triggernya berupa usb-stick, seperti iBot yg diual dg harga lebih dari sejuta rupiah.

This entry was posted on Rabu, Oktober 14th, 2009 at 4:05 am and is filed under Telematika. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply