« I’m really pregnant now… | Home | Menunggu Si Jabang Bayi »

Kalau tau kan begini, mungkin aku gak akan milih Acer

By dhista | March 19, 2008

Seperti pengamen yang kehilangan gitarnya, pengemis tanpa raut melasnya, dosen tanpa ilmunya, presiden tanpa kekuasaannya, atau buruh tani yang kehilangan cangkulnya. Kira-kira seperti itu juga seorang Yudhista yang “kehilangan“ laptop, hp, dan bahkan sekadar makhluk kecil bernama flashdisk!

Tapi, itulah yg benar2 terjadi guys! Hal itu sekarang bukan sekadar metafora bagi saya. Semenjak ponsel saya ilang tiga minggu yg lalu. Kemudian disusul laptop yang haddisknya jebol (padahal besoknya mesti nunjukin software intranet untuk klinik, yg 90% sudah ready buat diuji-cobakan). Duh, terasalah gelapnya dunia :( (  

Rasanya memang gak berlebihan kalow kekasihku bilang separuh hidupku tertitipkan di laptop itu. Waktuku berduaan dengan laptop pastinya lebih lama dibanding dengannya. Ada draft tulisan, karya2 mahasiswaku buat dinilai, copy dari software yg pernah aku bikin buat beberapa klien, copy dr banyak website yg pernah aku hasilkan, desain2 web eksperimental…. Dan sepertinya data2 berharga itu harus kurelakan kepergiannya buat selamanya. Naga2nya memang gak mungkin untuk diselamatkan dari tempatnya berada.

Paling2 vendor lebih milih solusi praktis: mengganti harddisknya dg harddisk baru. Aku sebagai konsumen juga merasa sayang buat mbongkar segelnya; karena itu berarti menggugurkan garansi resmi Acer. Pilihannya memang sederhana: bongkar segel demi upaya recovery data2 didalemnya demi mengejar probabilitas keberhasilannya yg gak besar, atau membawanya ke dealer resmi buat diserpis dan pasrah setelahnya.

Akhirnya, aku ambil pilihan kedua–yg memang lebih hemat :P

Tapi ternyata ini juga pilihan yg gak kalah pahitnya. Ternyata Service centernya Acer juga gak kalah lemotnya dalam menangani problem sekecil ini. Dua pekan, dan hampir tiga minggu laptopku entah dimana, dan bagaimana keadaaannya. Kalau aku telpun dealernya selaku pihak yg ngirimkan dan melakukan klaim ke pihak Acer, katanya masih nunggu kabar. Di tempo yg lain, katanya masih di ekspedisi (padahal umur alasan itu sudah lebih 5 hari…). Masak iya, ekspedisinya sebegitu lama….?

Sampai sejauh ini, aku cuma bisa berdoa.

Padahal, beberapa hari lagi mesti membayar cicilannya untuk bulan ke-9 :(

Padahal tuh laptop sarana utamaku buat bekerja…, kalau sekarang kayak gini keadaannya, bagaimana mesti bekerja dan cari duit????

Topics: laptop |

2 Responses to “Kalau tau kan begini, mungkin aku gak akan milih Acer”

  1. erik Says:
    May 2nd, 2008 at 3:10 pm

    rasa– in lu… (he he he.. becanda dhis)
    aku turut berduka cita atas hilangnya separuh nafasmu,
    tapi kok kayaknya dah biasa sih dhis, dulu juga gitu2 terus, selalu ada masalah…

    mestinya kmu hub aku kalo berhubungan dengan teknologi bro, aku kan menguasai dealer sak THR.

    btw cicilanmu opo ae dhis, akeh yo…

    oh ya putri prediksi melahirkan normal apa cesar, coz sodara kemaren yang mungil (-+ 155) harus cesar karena jalannya terlalu pendek… muaaahal lo cesar dhis

    keep fight bro… n good luck

  2. micko Says:
    May 10th, 2008 at 2:29 pm

    wah … turun bersimpati
    padahal aku mo nyari acer ….

Comments

Feed

Profil

Kami, sepasang pengantin. Mengarungi biduk kecil di samudra dunia.

Blogroll

Search