‘Keganjilan’ situs Perang Fatwa Penetapan 1 Syawal 1432H

Keganjilan kalender hijriyah di dua situs yang tak sependapat

Keganjilan kalender hijriyah di dua situs yang tak sependapat

Sidang itsbat kemarin malam memang seperti diprediksi sebelumnya, mayoritas berkehendak menetapkan 1 Syawal 1432H bertepatan dengan kalender masehi 31 Agustus 2011. Lagi-lagi Muhammadiyah menjadi “terdakwa” di forum itu karena mengambil sikap berbeda.

Setelah nonton perdebatannya di teve, saya jadi bersemangat mencoba membaca argumen mereka berdua. Utamanya adalah dari situs2nya Muhammadiyah dan kubu-kubu wujudul-hilal vs kubu imkan ru’yat. Keduanya sebetulnya adalah versi metode hisab, namun beda di kriteria penentuan awal bulan. Akhirnya saya fokus ke dua situs utama, situsnya PP Muhammadiyah dan blognya Prof. Thomas Jamaluddin (Profesor Riset Astronomi-Astrofisika LAPAN, dan Anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI).

Kalau boleh disarikan, kira2 begini argumen mereka:

Kubu imkan ru’yat:

  • Nash di Qur’an maupun Hadits mengatakan penentuan awal dan akhir Ramadhan adalah dengan melihat bulan sabit awal bulan (ru’yatul-hilal)
  • Dengan demikian, hisab hanyalah metode untuk menentukan kapan saat dilakukan ru’yat, dan sarana justifikasi untuk menerima atau menolak kesaksian orang yang melihat hilal
  • Penentuan bulan baru harus dengan ru’yah, artinya hilal harus sudah bisa terlihat.

Kubu wujudul-hilal:

  • Walaupun tersirat, spirit dari nash Qur’an adalah agar manusia menggunakan hisab untuk membuat sistem kalender.
  • Rasulullah lebih banyak melakukan shaum Ramadhan 29 hari selama hidupnya daripada 30 hari. Kalau pakai kriteria imkan ru’yah maka mayoritas jumlah hari di bulan Ramadhan adalah 30 hari.
  • Syarat penentuan bulan baru adalah bulan sudah berada di atas ufuk, walaupun posisinya masih mustahil dilihat dengan mata telanjang/teropong.

Manapun yang akhirnya menjadi keyakinan Anda, sesungguhnya para sahabat Nabi juga pernah mengalami perbedaan pendapat semacam ini. Kedua kubu sahabat menjalankan keyakinannya masing-masing dengan damai, dan tapa saling memperdebatkan lebih jauh.

Namun, kalau kita tengok lagi dua situs itu, mungkin kita bisa tersenyum. Di situs PP Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1432 H bertepatan dengan tanggal 30 Agustus 2011, malah terpampang kalendernya tertulis 30 August 2011/30 Ramadhan 1432 H. Di saat yang sama, blog Prof. T. Jamaluddin memasang widget yang menyatakan Tue, 30 Aug 11/Hijri: 1 Shawwal 1432. Kalau tidak percaya, silakan ke tekape untuk menyaksian “keganjilan” ini.

Ya, ternyata keduanya memasang sistem kalender yan tak sesuai dengan fatwanya.

Selamat ber-IdulFithri 1432 H :)

This entry was posted on Selasa, Agustus 30th, 2011 at 5:44 am and is filed under Telematika. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply