Kebenaran yang saling melindas

Suatu saat, kamu akan terkungkung oleh ketidakpahaman orang2 terdekat. Karena, mereka lah semestamu.

Ilmu maupun kebodohan; keduanya bisa menjadi kerangkeng manusia. Orang pandai biasanya jadi terlalu banyak pertimbangan dalam melangkah; bahkan juga jadi orang yg sering tak berani melangkah atau peragu. Orang bodoh sering punya ketakutan yg tak bisa dia jelaskan sebabnya.

Satu2nya alasan yg bisa dikemukakannya hanyalah ketakutan. Dan kita bisa melihat bahwa keduanya sangatlah mirip.

Kita sering mendengar bahwa ilmu akan membebaskan manusia. Namun ketahuilah pula, bahwa orang bodoh yg berani juga bisa mendapatkan kebebasan itu.

Ketika manusia punya kuasa, ilmu dan kebodohannya juga ikut berkuasa. Manusia menjalankan kewenangan kuasanya berdasarkan apa yg ia tahu dan tidak diketahuinya. Bedanya sekarang, ilmu dan kebodohannya itu kini bisa membatasi kebebasan orang lain.

Lalu, dimanakah letak kebenaran?

Kebenaran itu bertahta di dunia gagasan, dan memang seringkali sulit dijadikan sesuatu yg operatif.

Ketika dua kebenaran saling melindas, agaknya Tuhan hanya melihat niat manusia untuk menilainya.

Tuhan memang tak pernah memaksa atau memenjarakan, kecuali telah tiba masa yg dijanjikan itu. Namun, manusia-lah yg sering memaksa dan memenjarakan.

Seorang ibu memaksakan kebenarannya kepada anaknya, suami memaksakan kebenarannya kepada istrinya- istri kepada suaminya, rezim kepada jelata, dan seturutnya dan seterusnya.

Duniamu akan makin gelap jika orang2 terdekatmu tak memahamimu, tak mengerti apa yg kamu rasa dan usahakan. Ketika kau sampaikan alasanmu, mereka merasa kamu tidak pengertian. Dalam masa gelap seperti itu, mengambil sikap yg benar akan makin sulit. Sekali lagi, karena merekalah semestamu, dan tak semua manusia sanggup melawan semestanya sendiri. Dan ketika tindakan telah dilakukan dengan dawam, biarlah kemudian waktu yg menilainya sebagai kebenaran atau kesalahan.

This entry was posted on Kamis, April 30th, 2009 at 4:08 am and is filed under Curhat. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply