Masyarakat Reproduktif

Mungkin beberapa pertanyaan yg mampir ke kami agak bikin jengah juga siy…

Misale, ada bbrp yg nanya: “Kapan niy punya momongan?” — atau yg dengan sok tau bilang: “kayaknya bentar lagi mo punya adek ya….”

But.., ya begitulah masyarakat kita. Aku sebut aja masyarakat reproduktif. Di masyarakat kita, reproduksi sepasang manusia menjadi obyek kepedulian publik. Kalo ketemu sanak famili, kerabat, kenalan, mungkin pertanyaan yg bakal sering mampir adalah: “Sudah punya anak berapa ?” Seakan2 reproduksi adalah salah satu parameter prestasi. (Ah, andai saja pepatah banyak anak banyak rejeki adalah benar adanya….)

Mbok ya coba dilazimkan kebiasaan baru yg agak variatip. Nanyain udah punya brapa perusahaan kek, nanya udah bikin karya apa saja gitu, punya anak didik brapa, atau pengalaman2 yg lebih berguna untuk dibagi2 agar beranak-pinak ilmunya.

Atau, jangan2 cuma kami aja yg kebangetan ge-ernya. Bolehjadi pertanyaan itu sekedar mampir karena motivasi basa-basi, sebagai perpanjangan sebuah tegur sapa?! Kalau memang demikian adanya, ya lebih aman menjawapnya dengan sebuah senyuman…

This entry was posted on Kamis, Januari 11th, 2007 at 6:48 pm and is filed under Curhat, Nikah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply