Home | Gupuh, Aruh, Lungguh »

Takut Miskin

By dhista | December 24, 2006

diantara banyak ketakutan yg kita punya, sungguh ketakutan yg terbesar adalah rasa takut kita pada kemiskinan!!

miskin tu memang menakutkan. bagai sebuah kutukan seumur hidup yang tak diinginkan.
dengan perspektif ini aku baru bisa memahami bahwa mereka yg tetap bekerja keras, tetap jujur dan konsisten dengan hal itu adalah para pemberani. bayangkan hidup seorang polisi yg bekerja lebih dari 25 tahun dan masih tak kunjung memiliki rumahnya sendiri–sementara rekan2nya hidup sangat makmur, entah bagaimana caranya…
bayangkan hidup seorang kabag di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum yg rumahnya masih berdinding anyaman bambu.

padahal, kemarin ada seorang pelacur yang membangggakan dirinya punya penghasilan lebih dari 30 juta per bulan, punya mobil dan rumah bagus di ibukota propinsi….

sungguh saudaraku, yang aku ceritakan bukan cerita fiksi.

aku cuma memunguti kisah2 ini, demi menahan rasa keluhku ketika mesti berjalan kaki. dari rumahnya ke sini.
atau menelan harga diri ketika disodori uang pinjaman yang aku butuhkan.
atau ketidakrelaan ketika tak mampu membayar tagihan. atau ketika dilecehkan karena perhitungan2.

aku berusaha menjadi pemberani.
demi diriku.
demi kekasih yang mendorongkan keberanianku menjajakan penganan kecil dalam kantong plastik ke warung-warung pinggir jalan.
demi masa depan sebuah keberanian kecil dalam ketidakpastian.

Tulisanku di Siar

Topics: Nikah |

2 Responses to “Takut Miskin”

  1. vain team Says:
    October 18th, 2007 at 3:52 pm

    It’s not that I’m afraid to die, I just don’t want to be there when it happens — Woody Allen, From ‘Death’ 1975

  2. warped criterion Says:
    October 21st, 2007 at 5:23 am

    Believe those who are seeking the truth Doubt those who find it — André Gide

Comments

Feed

Profil

Kami, sepasang pengantin. Mengarungi biduk kecil di samudra dunia.

Blogroll

Search