Driver Bawaan Windows dan Driver Pabrikan

Karena begitu banyak dan beragamnya perangkat keras yg terhubung ke komputer, kita tak bisa mengharapkan system operasi punya koleksi driver yg lengkap untuk semua perangkat itu. Mekanisme yg popular dengan sebutan plug ‘n play, sejatinya hanya berlaku untuk sangat sedikit perangkat keras yg ada di pasaran.

Driver alias “device driver” merupakan perangat lunak yg menjadi perantara komunikasi antara OS dengan hardware. Drivers dibuat untuk mentranslasikan fungsi-fungsi sistem operasi ke dalam perintah yang dimengerti oleh perangkat yang bersangkutan. Secara teoretis, sebuah hardware yg kita pasang ke sistem dapat bekerja dengan normal hanya jika terdapat driver yang cocok.

Sistem operasi Windows, sejak sesudah Windows 98 (seperti seri Windows Me, 2000, XP, dan Vista) dilengkapi dengan sangat banyak drivers di dalamnya. Hal ini membuat ruang harddisk yg ia butuhkan sangat besar ketika diinstall secara default. Sebagian besar koleksi drivers bawaan Windows sebetulnya dapat kita buang untuk menghemat space tanpa mempengaruhi performansi sistem.

Sebagian besar perangkat keras komputer sudah dapat bekerja dengan baik hanya dengan mengandalkan drivers bawaan Windows. Namun, driver bawaan ini tak direkomendasikan pemakaiannya secara permanen. Bagaimanapun, driver yg diproduksi pabrikan pembuat hardware tak dapat tergantikan begitu saja oleh driver dari OS.

This entry was posted on Senin, Januari 26th, 2009 at 7:37 pm and is filed under Telematika. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply