Berimprovisasi dengan Sumberdaya Server

Merancang sebuah server produktif bukanlah pekerjaan yg simpel. Ketika kapasitas terpasang sudah mulai terpakai mendekati bilangan 50%, seringkali rancangan awal harus ditinjau ulang. Melalui pembuatan paket-paket layanan, server management berusaha membuat layanan yang stabil untuk mencapai pendapatan maksimum dari sebuah server. Memahami hubungan sumberdaya, potensi optimal sebuah server, dan kinerja optimal yg mungkin dicapai, merupakan sains—sedangkan bagian terpenting dari perencanaan lebih banyak mengandalkan imajinasi.

Sebagai ilustrasi cerita, di awal direncanakan sebuah server bisa dijual untuk 100 account yg masing-masing dijatah 1GB webspace dan 15GB data transfer/bulan. Namun, di bulan ketiga, ketika server baru terpakai oleh 45 klien, server load sudah sering melewati kapasitas “siaga” dalam beberapa kali server monitoring. Menurut investigasi system monitoring, hal itu dipicu hanya oleh 10 pengguna server yg memang punya traffick sangat tinggi (misalnya saja golongan situs penyedia download, streaming media, video).

So, boleh dibilang, perencanaan di awal punya potensi kegagalan cukup tinggi untuk diteruskan. Perlu ada penyesuaian untuk mencapai target okupansi tanpa mengorbankan reliabilitas layanan.

Dalam keadaan macam ini, di sisi server management kita bisa tambahkan upgrade hardware untuk kembali meningkatkan performa, misalnya tambahan memory. Tapi kalau hanya di sisi server, “kerugian”nya jadi besar. Perlu kerjasama dengan manajemen produk untuk memformulasikan paket khusus yg dilemparkan ke pasar dalam rangka mencapai revenue optimal dengan keadaan server yg sudah seperti itu. Jika hal itu bisa berjalan dengan baik, server bisa tetap layak jual hingga kapasitas optimal dengan belanja modal yg minimalis.

This entry was posted on Selasa, Maret 17th, 2009 at 3:44 am and is filed under Telematika. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply