Akhirnya bisa memulai kemandirian rumah tangga

Setelah lebih dari dua taun numpang di rumah mertua, sejak kemaren kami akhirnya bisa keluar dari ‘titik aman’ itu.
Kepindahan ini sebetulnya sudah tertunda setaun. Pebruari taun kemaren kami sudah mengontrak rumah ini. Namun, ternyata baru bisa menempati rumah ini setaun kemudian. Kalau dibilang rugi ya lumayan, tapi kalaw dibilang untung ya ada sedikit :D

Kami mengontrak rumah di kawasan Villa Gunung Buring. Nama “villa” bukan gaya2an, tapi emang beneran berkonsep villa. Perumahan ini terletak di perbukitan Gunung Buring, yg posisinya membujur dari sisi Timur ke Selatan Kota Malang. Di sepanjang Gunung Buring ada banyak kompleks perumahan baru. Perumahan yg kami tempati termasuk kawasan perumahan tertua di Buring.

Karena posisinya yg lumayan tinggi, kalau melihat ke kanan akan nampak pemandangan Pegunungan Tengger, sedangkan ke kiri terlihat hamparan Kota Batu dan kawasan sekitarnya. Indah sekali.

Banyak orang yg mempertanyakan keputusan saya memilih tempat ini. Yg sering mereka permasalahan adalah jauhnya jarak dari pusat kota, dan karena wilayah itu digosipkan sebagai wilayah yg rawan dari sisi keamanan lingkungan.

Namun, bagi saya tempat ini tipikal wilayah yg saya suka. Harga properti di sini masih yg termurah di wilayah Kota Malang, tak terlalu ramai (jg nggak terlalu sepi), masa depan perkembangannya kayaknya cukup cerah, dan dekat dengan fasilitas pendidikan (ada SDN Cemorokandang, MTsN 2 dan SMPN 22, serta SMKN 9, plus MJC). Dan yg terutama, kami harus segera meninggalkan Pondok Mertua Indah, hidup mandiri terpisah dari orangtua.

Ongkos kepindahan kami sangat menguras kantong. Mulai dari renovasi kecil – mengecat, menambah sekat, memoles lantai, memperbaiki talang air, adaptasi jaringan listrik dan air; dan juga membeli barang perlengkapan rumah tangga mulai dari almari, mesin cuci, spring bed, peralatan dapur; namun Alhamdulillah semua bisa dipikul dengan baik. Dan, ternyata semua itu baru bisa terpenuhi setelah satu tahun masa menabung.

Hari kepindahan kami bertepatan dengan sehari sebelum saya mulai menginjak usia kepala 3, dan kebetulan Rama juga mulai demam karena giginya mulai muncul ke permukaan.

This entry was posted on Senin, Maret 16th, 2009 at 7:57 pm and is filed under Curhat. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply